Test Footer

Home » » What If?? (Bagaimana Jika)

What If?? (Bagaimana Jika)


What If?? (Bagaimana Jika)



Assalamualaikum. Halo apa kabar sobat aloneartikel? Saya harap anda baik-baik saja, dan tidak pernah merasa bosan dengan postingan saya. Apakah anda masih ingat dengan postingan saya yang 2 Hemispheres Of The Human Brain(2 Belahan Otak Manusia)?? Jika anda agak lupa dengan artikel tersebut maka saya akan sedikit menjelaskan kembali kepada sobat. Bahwa manusia itu di berikan otak oleh sang maha kuasa, dan otak kita itu memiliki 2 belahan yang biasa disebut otak kanan dan otak kiri, keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Dan kedua belahan itu adalah alat yang sangat penting bagi manusia. Kita bisa intopeksi diri yaitu ketika kita sedang mendapat masalah otak bagian mana yang menonjol? Apakah otak kanan atau otak kiri? Dan pada artikel sebelumnya saya juga memberi tips kepada anda agar kedua belahan otak kita bisa kinerja dengan seimbang yaitu dengan cara terapi gelombang otak menggunakan teknologi brainwave entrainment.

Okelah,,,, pada artikel kali ini saya akan menyajikan anda sebuah cerita atau bisa disebut sebagai cerpen, yang mengisahkan tentang seorang anak yang hanya selalu mengedepankan egonya, ingin selalu di mengerti tanpa bisa ngertiin orang lain, lebih tepatnya si anak ini hanya selalu menggunakan otak kanan nya saja. Yang berarti kinerja kedua belahan otak si anak ini belum bisa seimbang. Jadi artikel ini masih berhubungan dengan postingan yang sebelum-sebelumnya hanya saja ini berupa sebuah cerpen.

Apakah sobat pernah membayangkan? Sobat terus memikirkan untuknya. Yang padahal dia selalu memikirkan anda. Melihat gerak demi gerak tubuhnya. Membayangkan setiap senyumnya. Kemudian merefleksikannya di langit-langit kamar. Lalu secara otomatis mengembangkan senyummu sendiri, hingga kamu merasa gila dan insomnia dalam waktu bersamaan.

Anda pernah merasakan? Mengendap-endap. Mencuri pandang akan indah dirinya. Menimbang-nimbang akan menyapanya. Mengurungkan semua niat seraya membuang muka ketika dia menengok ke arahmu. Di saat itu juga kamu kesal karena tak selalu mendapatkan apa yang kau mau, tetapi bahagia karena dengan menegok ke arahmu, berarti dia menyadarimu.

Sadarilah bahwa dia selalu berdoa yang terbaik untukmu dalam diamnya tanpa ngkau tahu, dia selalu menyayangi mu dengan sangat tulus dalam keadaan apapun, dia rela mengorbankan semuanya untukmu, dia selalu khawatir dengan keberadaan mu ketika ngkau tak kunjung pulang kerumah, dia rela menahan rasa lapar hanya untukmu. Sadarkah dirimu? Siapa dia? Dia adalah ibu yang sudah mengandung kita selama sembilan bulan 10 hari, ibu yang sudah melahirkan kita sekaligus yang sudah membesarkan kita hingga saat ini, pengorbanan yang begitu besar yang ia lakukan untuk kita. Sudahkah kita berbakti kepada beliau? Jika belum berbaktilah!! Tapi saya yakin semua sobat aloneartikel sudah berbakti kepada orang tuanya terutama ibu. Langsung saja pada pokok pembahasan, silahkan anda baca sedikit cerpen diawah ini,,,cekidott.......


                                                                 WHAT IF??
“Kemarin flashdisknya aku taruh diatas meja Bu, sekarang kok nggak ada?”
“Ibu nggak tau Fa, dari kemaren juga nggak lihat flashdiskmu. Udah kamu sarapan dulu, nanti lagi nyarinya”. Ucap wanita itu dengan lembut. Ia meletakkan sepiring nasi goreng dan segelas air putih di meja. Kemudian dengan pelan ia menarik kursi di salah satu sisi meja makan dan duduk menatap pada putranya yang sudah belasan kali mengacak-ngacak meja nakas dan lemari kecil di sudut ruangan secara bergantian.

    “Mana bisa aku makan kalo perasaanku nggak tenang Bu. Flashdisk itu penting banget, isinya tugas-tugas kuliahku yang sangat urgem. Hidup matiku buk”

    “Astaghfirullah Fa, kamu ini ngomong apa? Hidup mati semua umat itu kuasanya Alloh. Tolong jangan main-main dengan ucapanmu nak”

“Iya Bu aku udah faham kalo gituan, yang penting sekarang flashdisku Bu”

    “Ya udah. Kamu makan dulu sini, biar ibu yang nyari flashdiskmu..” Wanita itu bangkit dan menyentuh bahu putranya. Laki-laki bernama Fatha itu menurut dan mulai menyendok sarapan paginya yang lezat. Sementara ibunya menaiki anak tangga satu persatu dengan susah payah, menuju kamar anak tunggalnya di lantai dua. Sebenarnya Fatha tahu bahwa ibunya sakit, akhir-akhir ini sering mengeluh sakit pada jantungnya. Dan jika sudah seperti itu, ibunya tidak akan bisa berjalan selama berjam-jam lamanya. Tapi saat ini Fatha juga sedang kebingungan. Di dalam ingatannya, flashdisk penting itu ia letakkan benar pada meja itu. Tapi sekarang tidak ada. Jika dipikir logis, mana mungkin sebuah benda mati yang diletakkan bisa tiba-tiba menghilang tanpa ada yang memindahkannya? Fatha yakin ibunya yang memindahkan flashdisk miliknya, karena tadi shubuh ia melihat meja itu dibereskan. Jadi ia membiarkan ibunya yang mencari. Jika sedang dalam masalah mendadak seperti ini, Fatha memang cenderung meluap-luapkan emosinya. Mengandalkan segala pemikiran logis-tidak logis semaunya sendiri, dan selalu mengulangi kesalahan yang sama.

      “Bu, ada nggak flashdisknya?? Aku telat nih udahan”. Teriak Fatha sambil mengenakan jas almamaternya. Kemudian langkah-langkah kecil kaki membawanya menuju tangga. “Bu, ketemu nggak?”.

        Ia mengulangi pertanyaannya. Baru beberapa detik kemudian, terlihat kepala ibunya muncul dari belakang pilar. “Belum Fa. Kamu berangkat dulu aja ya, nanti kalo ketemu ibu telepon kamu”. Dan bayangan wanita itu menghilang lagi. Fatha mendesah pelan, lalu segera pergi meninggalkan rumah.


         Lima belas menit lagi presentasinya dimulai tapi Fatha masih belum membawa flashdisknya. Matanya terus menatap pada layar telepon genggam yang ia pegang. Menanti panggilan masuk dari ibunya. Ia gelisah, ragu, takut, kesal dan marah pada ibunya. Beberapa detik kemudian, Fatha menerima sms. Tapi bukan seperti yang ia inginkan. Pesan itu dari bapaknya yang rupanya sudah pulang dari dinas luar kota. Beliau mengabarkan bahwa setibanya ia dirumah, ia menjumpai istrinya tergeletak lemah di depan pintu kamar Fatha. Dan sekarang sedang menuju rumah sakit. Astaghfirullah. Ibuku sakit sekarang. Fatha semakin gelisah dan khawatir. Ia dihadapkan pada dua pilihan: menemui ibunya sekarang juga, atau pulang ke rumah untuk mencari flashdisknya dan mengikuti presentasi terlebih dahulu sebelum melihat kondisi ibunya. Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Kebingungan luar biasa. Presentasi ini berpengaruh besar pada nilainya, tapi ibunya juga sedang sakit. Dan akhirnya ia berpihak pada pilihan kedua. Karena menurut ilmu logis-tidak logisnya, kedua orang tuanya pasti mengerti bahwa kuliah ini sangat penting bagi Fatha. Lagi pula, ibunya memang sering mengeluh sakit dan akhirnya tetap baik-baik saja kan. Fatha segera mencari sepeda motornya di lapangan parkir lalu bergegas pulang ke rumah.



         Fatha menghembuskan nafasnya pelan. Beberapa puluh menit yang lalu ia berhasil menemukan flashdisknya di atas meja makan. Pasti ibunya ya meletakkan benda itu disana. Wanita itu memang sangat bisa diandalkan disaat Fatha kebingungan mencari barang-barangnya.
Kini ia lega sudah mengikuti ujian presentasi dengan sangat memuaskan. Dan setelah memastikan semua orang selesai memuji nilainya, ia berangkat menuju rumah sakit sesuai dengan pesan singkat bapaknya. Dalam waktu lima belas menit, ia sudah sampai dan berjalan pelan menuju kamar tempat ibunya berada.

    “Kamu keterlaluan Fa”. Ujar seorang lelaki yang tiba-tiba keluar dari ruangan tersebut sebelum fatha masuk. Ia memandang sangat keji, penuh amarah dan matanya basah oleh air mata. Fatha kebingungan dan berusaha menatap ke dalam mata bapaknya.

“Ada apa Pak? Kan aku tadi udah bilang kalo ada presentasi penting?”

“Memangnya kuliahmu itu lebih penting daripada ibumu? Bapak nggak tau apa yang terjadi sebelumnya. Tapi Bapak kecewa sama kamu Fa, kenapa nggak jaga ibu?”

“Bapak harusnya ngertiin Fatha dong. Presentasi itu penting banget pak. Nggak bisa ditinggalin. Tadi aku minta ibu nyariin flashdiskku yang isinya data buat presentasi itu. Karena gak ketemu, ibu minta aku berangkat dulu soalnya udah telat. Habis itu ya Fatha nggak tau Pak. Emangnya ibu kenapa sih? Bukannya ibu emang sering sakit gitu?”

     “Berhenti bersikap seakan-akan kamu anak kecil Fa! Dari dulu kamu selalu berpikir semaumu sendiri kalo ada masalah. Coba kamu pikirin juga perasaan orang di sekitarmu, apalagi ibumu sendiri! Ibumu itu mau melakukan apa aja karena dia sayang sama kamu! Tapi berapa kali kamu ngerepotin ibu sampe ibu sakit gini Fa? Ibumu kena serangan jantung dan masih belum sadar sampai sekarang!”

     Tiba-tiba suasanya menderu. Fatha terkutuk menjadi sebuah patung. Menatap bapaknya yang tak kuasa menahan isak tangis, berjalan pergi entah kemana. Disini sekarang tinggal Fatha, dan segala logikanya yang seakan tertawa karena berhasil mengalahkan perasaan Fatha sebagai seorang anak. Ia begitu menyayangi ibunya, begitu hatinya bilang. Tapi kelakuannya tidak pernah seperti itu. Dada Fatha sakit, entah kenapa. Ia berbalik badan, lalu mengintip pada kaca jendela ruangan di depannya. Wanita yang selalu berusaha terlihat kuat itu, akhirnya meleleh, dikalahkan penyakit. Infus dan selang-selang lainnya menjadi bagian dari tubuhnya. Fatha menangis pelan, mengepalkan tangannya sendiri, berusaha tidak meluapkan emosinya. Beribu bait doa mengalir dari bibirnya, disampaikan melalui angin, semoga diterima yang maha kuasa. Apapun yang harus ia lakukan, ia hanya ingin ibunya segera baik-baik saja. Fatha terus berdoa. Diputuskannya untuk masuk ke ruangan tersebut dan berdiri di samping ibunya. Matanya terpejam, tak tega.

    “Faa...” Ibunya melirih. Kedua bibirnya dipaksakan tersenyum, namun sangat tulus, Fatha membuka matanya. Meyakinkan pikirannya bahwa ini adalah kenyataannya jika doa-doanya dikabulkan. Tanpa berkata apa-apa, Fatha mendekap tubuh ibunya yang kebingungan. Menumpah segala air mata. Namun hanya ini yang bisa diucapkan Fatha dalam hati, “ibu, umurku memang sudah 18 tahun. Namun cara berpikirku seperti seorang balita. Aku egois, ingin selalu menang dan dituruti. Bahkan hingga saat ini aku terus menyakiti ibu dan tidak pernah menyesal. Tidak pernah menyenangkan untukmu. Ibu, jika engkau beri aku kesempatan. Ijinkan aku memperbaiki semua ini, menjadi putramu yang sholeh, taat beragama dan sukses dunia akhirat serta dapat memberikan mahkota bagi ibu dan bapak di surga nanti.




Kau memberikanku hidup
Kau memberikanku kasih sayang
Tulusnya cintamu, putihnya kasihmu
Takkan pernah terbalaskan

Hangat dalam dekapanmu
Memberikan aku kedamaian
Eratnya pelukmu, nikmatnya belaimu
Takkan pernah terlupakan

Oh ibu terima kasih
Untuk kasih sayang yang tak pernah usai
Tulus cintamu takkan mampu
Untuk terbalaskan

Oh ibu semoga Tuhan
Memberikan kedamaian dalam hidupmu
Putih kasihmu kan abadi
Dalam hidupku

Oh ibu terima kasih
Untuk kasih sayang yang tak pernah usai
Tulus cintamu takkan mampu
Untuk terbalaskan

Oh ibu semoga Tuhan
Memberikan kedamaian dalam hidupmu
Putih kasihmu takkan mampu
Untuk terbalaskan

Oooh putih kasihmu ‘kan abadi
Dalam hidupku.

Ungu-Doa Untuk Ibu.

  Untuk lebih ingat lagi tentang perjuangan seorang ibu dan hati kita bisa tersentuh, aloneartikel juga menyertakan videonya agar kita semua menyadari akan jerih payahnya seorang ibu, silahkan anda lihat video dibawah ini:



Demikian postingan tentang What If?? (Bagaimana Jika) yang bisa aloneartikel tulis, semoga artikel diatas dapat menyentuh hati anda, sehingga kita semua tidak menyia-nyiakan pengorbanan orang tua. Dan bertujuan agar ikatan kekeluargaan kita bisa tentram,aman dan tidak ada yang merasa dirugikan, bagaikan hidup disurga. Amiiin. Terima kasih banyak anda sudah berkunjung ke blog kami semoga apa yang aloneartikel tulis bisa bermanfaat semuanya untuk anda, jangan lupa like, koment & share artikel ini kepada semua orang, karena itu merupakan apresiasi anda untuk kami agar kami trus memposting hal-hal yang bermanfaat, tentunya semua itu untuk anda. Salam senyum.

1 komentar:

  1. kelinci99
    Togel Online Terpercaya Dan Games Laiinnya Live Casino.
    HOT PROMO NEW MEMBER FREECHIPS 5ribu !!
    NEXT DEPOSIT 50ribu FREECHIPS 5RB !!
    Ada Bagi2 Freechips Untuk New Member + Bonus Depositnya Loh ,
    Yuk Daftarkan Sekarang Mumpung Ada Freechips Setiap Harinya
    segera daftar dan bermain ya selain Togel ad juga Games Online Betting lain nya ,
    yang bisa di mainkan dgn 1 userid saja .
    yukk daftar di www.kelinci99.casino

    ReplyDelete